Entah mendapat angin dari mana, akhir-akhir ini ada dorongan
yang kuat dalam diri saya untuk mengerti sejarah dunia lebih meresap, maklumlah
.... modal saya selama ini seperti potongan
puzzle, terlepas-lepas dan tidak utuh.
Setelah membaca di sana dan di sini, saya berkesimpulan
bahwa ciri-ciri kejayaan zaman dulu dengan sekarang berbeda. Dari zaman batu banget hingga zaman
kolonialisme, tampaknya kejayaan sebuah negara atau kerajaan ditandai dengan
luasnya daerah kekuasaan. Sehingga tidak heran orang zaman dulu senang
berperang, karena tampaknya saat itu mereka tidak punya pilihan, dilalap atau
melalap. Sehingga tidak heran muncul peribahasa terkenal Jerman :
„penyerangan adalah pertahanan terbaik“
(Angriff ist die beste
Verteidigung)
Zaman batu hingga kolonialisme
Sejarah dunia mengatakan bahwa adanya kehidupan ditengarai sudah
mulai berlangsung sejak 1,7 atau 1,8 juta tahun yang lalu saat ditemukan
tengkorak manusia pertama di Trinil pulau Jawa dan di Peking, namun peradaban yang
ditandai dengan adanya sejenis kerajaan atau dinasti, baru dimulai saat masa
pradinasti di Mesir kuno kurang lebih 5000 SM alias kurang lebih 7000 tahun
yang lalu.
Sampai kini belum
ditemukan bukti sejarah bahwa di zaman yang sama baik di Eropa, Asia atau Amerika, ada peradaban sebaik di Mesir kuno. Saat itu
di sana dipercaya baru ada kelompok-kelompok kecil manusia saja.
Di benua Amerika baru di tahun 800 SM ditengarai ada struktur kerajaan bangsa Maya yang berbudaya tinggi. Sementara itu di
Eropa, peradaban dimulai di tahun 2000 SM di pulau Kreta, namun baru menjadi besar di tahun 800-an SM. Mulai tahun 336 SM di bawah Alexander ke III (Alexander der Größe), putra raja Philipp II dari negara Makedonia,
kejayaan Yunani memperluas diri hingga Persia, Mesir dan bahkan India.
Selain
itu di Persia mulai terbentuk dinasti besar di bawah Archemenes sekitar 700 SM
yang memiliki daerah kekuasaan meliputi Mesir, Siria dan Palestina, namun kemudian
dapat ditaklukan oleh Alexander der Größe.
Di Cina dikenal 2
dinasti besar Barat dan Timur, yang dibatasi di tengahnya oleh bangsa Barbar. Kemudian
lahir juga dinasti Utara, dinasti bagian Barat ini di bawah pimpinan raja Yin
Zhouxin (1174-1112 SM). Baru di tahun 221 SM, kaisar Qin Shiuangdi yang
menyatukan 7 kerajaan-kerajaan Cina sehingga muncullah kekaisaran dan kaisar
Cina pertama. Dalam dinasti ini juga dibangun tembok Cina, penyeragaman sistem
uang dan tulisan serta pemerintahan pusat dinasti Qin. Untuk penghargaan untuk kaisar
Cina pertama ini dibangun sebuah mausoleum (kuburan) di Xian dengan dijaga oleh
tentara Terrakotanya yang sangat terkenal.
Kekuatan dari arah ini datang beberapa ratus kemudian dari Mongol dipimpin oleh Jengis Khan. Jengis Khan (dari bahasa Cina chêng-sze: yang artinya penunggang kuda mulia dan Khan dari bahasa Turki tua yang artinya penguasa) adalah sebutan untuk Temujin, orang Mongol yang berkuasan antara tahun 1206 sampai 1227, ia berhasil mendirikan kekaisaran Mongol, menaklukkan sebagian besar Asia termasuk Utara Tiongkok, Xia BArat, Asia Tengah, Persia dan Mongolia. Dia merupakan kakek Kubilai Khan.
Zaman Nabi-nabi
Hal kedua yang menarik bagi saya adalah mengira-ngira kapan
misalnya nabi-nabi yang saya kenal dulu hidup. Nabi Luth as katanya hidup satu
masa dengan Nabi Ibrahim as, yang diperkirakan hidup di zaman Mesir kuno tahun
2000-an SM, demikian juga kemudian nabi Ismail, Ishak, nabi Yakub dan nabi Yusuf
as. Beberapa generasi setelah nabi Yusuf as kemudian lahirlah nabi Musa as,
beliau diperkirakan hidup di tahun 1200 SM. Dari penelitian yang dilakukan negeri tua Saba di Yaman
Selatan, ditengarai ditemukan bukti sejarah pertemuan antara nabi Sulaiman
dengan Ratu Saba yang diperkirakan hidup di kawasan ini antara 1000 s.d. 950 SM
dan melakukan perjalanan ke Utara ( ke Jerusalem).
Sedangkan nabi Adam dan nabi Nuh
tentu saja hidup jauuhh lebih ke belakang lagi dari nabi Ibrahim as. Apakah
kepunahan Neanderthaler ada
hubungannya dengan nabi Nuh ini ??? Wallahuallam ..
Walaupun masih banyak dipertentangkan, ada
arkeolog Inggris Sir Charles Leonhard Woolley tahun 1929 yang percaya telah
menemukan sisa-sisa banjir di zaman nabi Nuh as, ketika ia sedang melakukan
pembongkaran di kota Ur (sekarang Irak). Ia menemukan 3 meter lapisan lem yang
berusiah 3500 sampai 4000 Jahre SM. Nabi Nuh ini menurut QS : Al Ankabut ayat
14 berusia 950 tahun.
Zaman Sekarang
Zaman sekarang orang
menilai sebuah negara jaya atau maju dari pendapatan perorangannya alias GNPnya, bukan lagi luas daerah
kekuasaannya, lihat Monaco atau Brunei Darussalam. Negara-negara
termungil di dunia, tapi dengan GNP yang woooowww ... jangan pernah deh dibandingkan
dengan negara kita tercinta Indonesia yang mana luas negaranya berkali-kali
lipat dari Monaco atau Brunei, tapi memiliki GNP jauuuuhh di bawah mereka.
Atau ada juga yang menandai kejayaan sebuah negara sekarang
ini dengan konsumsi energinya, untuk hal ini mata harus lebih dipicingkan lagi bila
akan menggunakannya sebagai patokan mutlak karena seperti Amerika yang memiliki
konsumsi energi per kepalanya cukup tinggi, setelah ditelaah ternyata industri
di Amerika masih banyak menggunakan mesin-mesin tua yang menghabiskan energi.
Tapi tentu saja untuk perbandingan kasar antara negara maju
dan negara berkembang, memang bisa dilakukan karena ciri khas negara berkembang
memiliki rasio konsumsi energi per kepala jauh lebih rendah dari negara maju. Negara
berkembang dengan ciri-ciri kemampuan industri rendah serta angka pengangguran
tinggi memang secara tidak langsung membutuhkan jauh lebih sedikit energi
dibandingkan negara maju.
Untuk masa yang akan datang saya harap, energi tidak menjadi
alasan manusia untuk saling berperang kembali dengan alasan untuk menguasai
ladang minyak, gas atau kekayaan alam lainnya. Walaupun tampaknya sekarang
sudah ada yang berusaha memulai melakukannya dengan alasan yang ditutup-tutupi
.....
Seru ya
teman-teman ... selamat tidur !!!